BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Monday, July 27, 2009

Makhluk Terindah...





Dan sesiapa yang melihat dia akan mengakui, dialah makhluk terindah pernah diciptakan Tuhan. Dialah makhluk itu, makhluk yang bernama wanita. Makhluk terindah pernah diciptakan Tuhan. Lantaran keindahan yang teramat itu, maka perlu akan penjagaan, agar keindahan itu terpelihara menghiasi, mengharumi dan mewangi sepanjang zaman. Damai, tenteram, tenteram dan damai- sepanjang zaman. Atas ihsan Tuhan yang mengenali tiap makhluknya, maka Tuhan memperkenalkan peraturan tertentu agar makhluk terindah itu terpelihara, mendamaikan dan menenteramkan seisi alam. Kerana Tuhan itu yang mencipta, maka Tuhan sudah tentu mengetahui peraturan yang mampu menjaga makhluk terindah itu daripada kerosakan dan kehancuran.

TUHAN... AKU INI SEORANG PEMBERONTAK! SEORANG PEMBERONTAK!

Dan dia menjadi gila. Dia rela mencemarkan keindahan dirinya dengan melanggar aturan Tuhan. Bermula saat dia melanggar aturan Tuhan, dia bukan lagi dia yang mendamaikan, sebaliknya dia sudah menjadi dia yang menghairahkan. Dia bukan lagi dia yang menenteramkan, sebaliknya dia sudah penjadi pengacau yang jahat dalam minda sesiapa sahaja yang memandangnya. Dia sudah menjadi dia yang gila saat dia melanggar aturan Tuhan sedang aturan itu perlu untuk dia kekal damai dan tenteram. Saat dia mempamerkan rambutnya, saat dia menyelak kerudung yang melitupi dadanya, saat dia menyentengkan lengannya. Dia sudah menjadi hina. Sedangkan sebelum ini, dialah makhluk terindah yang mendamaikan dan menenteramkan.

TUHAN... AKU INI PEMBERONTAK! SEORANG PENAGIH CINTA! CINTA!

Dan saat hormon berahi menguasai tiap penjuru jiwanya, dia terkulai tidak bermaya. Dia perlukan cinta. Dia rela menjadi pelacur asalkan bayarannya adalah cinta. Lantas dibiarkan tiap inci tubuhnya dijarahi, direlakan suaranya memujuk dan merayu, dihias tubuhnya secantik termampu, diukirnya senyum termanis, dibiarkan tubuhnya dirangkul, asalkan bayarannya nanti adalah cinta. Dia sudah menjadi pelacur demi cinta. Andailah dia mampu bersabar, dia akan kekal mulia sebagai makhluk terindah yang menenteramkan dan mendamaikan. Dia sudah tidak mampu berfikir, dia ketagihkan cinta. Dia melacur demi cinta. Dia sudah menjadi pelacur sedangkan sebelum ini dia adalah makhluk terindah yang mulus, suci, tenteram dan mendamaikan.

TUHAN... AKU INI PEMBERONTAK.... TUHAN....AKU INI PEMBERONTAK....


Dan malam yang dingin itu, butir-butir mutiara berguguran jatuh ke ribanya. Sedu dan sedan. Pilu. Sedih dan rintih. Damai dan tenteram. Pulang ke pangkal jalan. Kembali.“Tuhanku, aku ini pemberontak, pelanggar hukumMu yang setia. Aku ingin kembali. Ingin pulang. Ingin membersihkan diri dari noda-noda hitam.” Air mata berguguran.“Tuhan aku ini pendosa, bernilaikah taubatku di sisiMu, Tuhan?” Air mata berderaian.Taubat setulus itu, masakan Tuhan tidak menerima. Dan malam yang dingin itu, diresapi dengan damai fimanNya, mereka yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat dan beriman, sesungguhnya TuhanMu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-A’raf, 153)Dan dia, lena dalam kerudung putihnya. Damai. Tenteram.

Friday, July 10, 2009

NEVER GIVE UP ON A DREAM

If there's doubt and you're cold,
don't you worry what the future holds.
We've gotta have heroes to teach us all
to never give up on a dream.

Claim the road, touch the sun,
no force on earth could stop you run.
When your heart bursts like the sun
never never give up on a dream.

Shadows fall, daylight dies,
freedom never got a place to hide.
Search forever photo finish line
but never give up on your dream.

Crazy notions fill your head,
you gotta break all the records set.
Push yourself until the end
but don't you ever give up on your dream.

Now listen to me
you don't need no restrictions yeah
Oh, sing it again
you can't live on sympathy.
You just need to go the distance,
oh the distance
that's all you need to be free, to be free,
to be free, to be free.

Sing a song for me children
you don't need no restrictions yeah
you can't live on sympathy.
You just need to go the distance,
that's all you need to be free,

Now listen to me!
Inspiring all to never lose,
it'll take a long long time before they fill your shoes
it'll take somebody, somebody, who's lot like you
who never gave up on a dream.
No, you never gave up on a dream
no, you never gave up on a dream.

You never, never, never, never
gave up on a dream.

Thursday, July 9, 2009

Takziah...

Setiap detik kehidupan kita berlangsung tanpa kita sedari. Tapi tidak pula kita sedari bahawa setiap detik yang kita lalui sebenarnya mendekatkan kita pada kematian. Ya, hidup lawannya mati. Setiap yang hidup pasti merasai kematian. Pasti! Seperti yang telah disedut dalam Al Quran “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (Al-Quran. 29:57)
Ya, ayat ini signifikan sekali dalam kehidupan kita. Cuba kita imbas kembali tatkala seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Kedua mereka sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.
Hari ini, 8 Julai 2009 datuk saudara saya, Haji Salleh telah meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Beliau pernah menjadi seorang pendidik dan peribadi beliau amat disenangi sesiapa sahaja. (klik sini)Beliau mengikut jejak isteri tercintanya yang baru menghembuskan nafas terakhir hanya beberapa minggu yang lepas! Tuhan...seorang demi seorang telah pergi menemui Yang Maha Pencipta lebih dulu daripada kita. Ya, mati itu pasti. Cuma kita yang masih hidup seboleh mungkin mencari sebanyak mungkin “bekal’ untuk dibawa pulang nanti. Al-Fatihah untuk allayarham…



Wednesday, July 8, 2009

Usman Awang



Gadis Dan Ayat Suci


Suara yang manis dalam bisik daun-daun


Beralun lagu Tuhan di sayap angin malam


Redup menyusup di bawah langit bertirai sepi


Gadis tetangga (simpatiku pada matanya yang buta)


Dari sinar hatinya membaca ayat-ayat suci




Awan-awan berderetan dalam arakan sejarahnya


Di mana lagu dan suara menjangkau pula


Semakin tinggi, meninggi tak tercapai mata


Disaputnya langit di atas awan berarak

Gema merdu meresap mengocak ke bintang terserak




Lalu melayah menurun mengusap puncak gunung


Melayang manis mencapai bukit-bukit gundul


Menurun lagi merendah mencecah hujung pucuk-pucuk


Dari ranum dalam kembang-kembang segar senyum


Ah, merendah pula ia meratai bumi Tanahair




Semakin malam lagu


Tuhan dari bibir syurga(Gadis buta melanjutkan khatam bulan puasa)


Membawa para malaikat menjengah dada manusia


Hidup yang damai dari keyakinan dan cinta


Berdetiklah di hati, meski manusia paling ganas sekali


Suara yang manis dalam bisik daun-daun


Gadis cacat dan ayat suci beralun


Meski tidak melihat, malah itulah pula


Kesuciannnya syurga hidup perdamaian manusia


Berdetiklah di hati, meski manusia paling ganas sekali




( 1950 - Puisi-Puisi Pilihan Sasterawan Negara, DBP 1991)


Before You...


Today before you think of saying an unkind word...

~Think of someone who cant speak

Before you complain about the taste of your food...

~Think of someone who has nothing to eat

Before you complain about life...

~Think of someone who went too early to heaven

Before you complain about your children...

~Think of someone who desires children but they're barren

Before you argue about your dirty house someone didn't clean or sweep...

~Think of the people who are living in the streets

Before whining about the distance you drive...

~Think of someone who walks the same distance with their feet

And when you are tired and complain about your job...

~Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job

But before you think of pointing the finger or condemning another...

~Remember that not one of us are without sin

and we all answer to one maker

And when depressing thoughts seem to get you down

Put a smile on your face and thank God you're alive and still around..!

Tuesday, July 7, 2009

Aku

Aku bukanlah seperti gemerlapnya bintang di langit

Bukan juga seperti indahnya warna pelangi

Kerana aku hanya mencuba sedaya

Menjadi diriku

Beginilah aku seadanya

Aku hanya ingin menjadi diriku

Yang jelas tidak sempurna

Biarkan aku menjadi diriku

Atas apa kelebihanku

Dan biarkan aku menjadi hamba

Pada Tuhanku...